Saturday, November 29, 2008

Malam yang Sempurna

Malam ini menjadi malam yang begitu sempurna dengan langit malam yang sangat cerah bertabur bintang dan sinar rembulan yang hampir purnama. Para pemuja cinta yang telah menyusun rencana malam ini seperti merasa diberkati dan direstui. Ya, malam ini adalah malam para pemuja cinta dimana biasanya dua insan saling melepas hasrat rindu yang telah menyelimuti dan merasuki hati. Kata-kata indah yang akan segera terdengar malam ini, pun pujian untuk saling memuji satu sama lainnya layaknya drama percintaan dalam sebuah roman. Syair para pujangga tak luput bertebaran mewarnai percakapan dua insan ini. Semilir angin dan juga suara sayup-sayup daun yang bergoyang seperti mengalunkan musik berirama syahdu. Dua insan ini pun larut dan tenggelam dalam malam yang selalu akan dirindukan.


Dan malam pun kini semakin larut, gelora dihati semakin tinggi, hasrat kian memuncak. Kata-kata perlahan menjelma menjadi buaian dan belaian, begitu lembut penuh kasih sayang dan cinta. Diiringi tarian dewi malam, bintang gemintang serta dewi rembulan, alunan dawai-dawai cinta mengalun lembut. Segera aroma wangi tubuh kan berubah menjadi peluh cinta. Dewi malam dan dayang-dayangnya menjadi saksi kesyahduan cinta dua insan yang dimabuk asmara. Mabuk karena anggur cinta yang turun dari surga yang dihantar oleh seorang bidadari cantik nan jelita. Dua insan dalam kasmaran dimalam yang sempurna.


-Achul-

Wednesday, October 29, 2008

Andai engkau tahu

Aku jenuh, kamu tahu gak arti jenuh...?
malas, aku lagi malas, tak perlulah ku tanya malas itu apa..
tak bergairah, cukup tak bergairah
lelah, aku merasa lelah dan sedang merasa lelah
bosan, seperti halnya jenuh
mungkin aku terlalu bersemangat dalam bekerja dan tak memperhatikan kondisi tubuhku
rasanya inginku pergi tapi entah kemana
inginku sejenak menikmati hidup tanpa terganggu oleh kesibukan keseharianku
aku ingin dan inginku, andai engkau tahu...

Wednesday, August 27, 2008

The Past

Seorang bijak berkata, usah kita berusaha keras tuk melupakan atau menghapus suatu trauma atau memori atau kenangan buruk dari peristiwa masa lalu karena hal itu kan sia-sia saja. Yang perlu kita lakukan hanyalah berlapang dada menerima dan berusaha tuk memaafkannya. Dan hal yang bisa kita lakukan selanjutnya adalah menghindari atau menghapus efek-efek negatif dari trauma atau kenangan buruk tersebut. Efek negatif yang dimaksud seperti depresi, stress, pesimis, sedih berkepanjangan bahkan yang lebih buruk lagi muncul niat tuk membalas dendam. Efek negatif inilah yang harus dihindari dan bisa dihapus.

Mungkin diantara kita pernah mendengar cerita ketika seorang yang setiap merasa terlukai hatinya kemudian ia diminta untuk menancapkan sebuah paku disebuah papan atau balok kayu. Dan begitu seterusnya hingga terbentuk sederetan paku yang panjang. Namun ketika mencapai suatu titik dimana akhirnya ia bisa memaafkan satu persatu setiap peristiwa buruk yang dialaminya, ia pun diminta untuk mencabut kembali satu persatu paku tersebut sebagai pertanda ia dapat menerima dan berdamai dengan hatinya. Tapi apa yang dapat kita lihat dari hal tersebut? Memang paku tersebut sudah tercabut satu persatu tapi bukankah ia meninggalkan bekas? Dan begitulah trauma buruk masa lalu yang pernah kita alami, kita bisa saja memaafkannya namun kita takkan pernah bisa menghapus ataupun melupakannya.

Pelajaran lain yang mungkin bisa diambil dari setiap kita mengalami kekecewaan atau trauma buruk dari masa lalu adalah sifat pengertian atau mengerti atau pemahaman kita terhadap kehidupan mungkin masih terbungkus sebuah kulit yang keras berupa kesombongan ataupun angkuh dan kebodohan atau ketidaktahuan. Dan Tuhan ingin kita merobek kulit tersebut agar keluar sifat-sifat baik tersebut. Maka Tuhan pun membantu kita dengan peristiwa yang kita alami meskipun harus pahit atau sakit kita rasakan. Tapi rasa sakit itu kelak akan menuntun kita menjadi seseorang yang lebih baik lagi. Begitupun sifat pemaaf, sabar, cinta dan kasih sayang yang mungkin masih terbungkus juga oleh kulit-kulit kesombongan. Satu persatu Tuhan kirimkan peristiwa yang akan merobek kulit-kulit tersebut agar sifat-sifat baik kluar dari dalam diri kita.

Namun apabila setiap peristiwa yang sudah Tuhan kirimkan kepada kita tidak juga membuat kluar sifat-sifat tersebut, mungkin kulit-kulit yang membungkus sifat-sifat baik tersebut terlalu keras dan bahkan mungkin berlapis-lapis. Sehingga kita pun mungkin akan terus-menerus mengalami peristiwa-peristiwa yang nantinya mampu mengeluarkan sifat-sifat baik tersebut. Sehingga nanti terbentuk manusia yang lebih penuh pengertian atau pemahaman, sabar, pemaaf dan penuh cinta kasih.

Dari yang tersebut diatas, mungkin itulah salah satu cara Tuhan agar kita menjadi orang baik dan dapat hidup dalam kehidupan yang lebih harmony.





Sbuah pesan bijak lainnya:

”Orang-orang yang suka ’mengecilkan atau merendahkan’ orang lain sesungguhnya orang tersebut adalah orang yang ’lebih kecil dan rendah’ lagi dan orang-orang yang tak pernah bisa menghormati orang lain sesungguhnya ia pun tak pernah bisa menghormati dirinya sendiri.”

Tuesday, August 19, 2008

Don't Give Up

Assalamualaikum, hai sobat apa kabarmu...? lama rasanya kita tak bercengkerama dan baru kali ini sepertinya dirimu bisa meluangkan sedikit waktu ditengah kesibukan dunia. Pastinya kau tahu bahwa takkan pernah ada puasnya keingingan manusia terhadap sesuatu. Baiklah, kali ini kupinta dirimu untuk berhenti sejenak menyandarkan bahumu dan mengatur lagi irama kehidupan yang sudah kau jalani atau kau tempuh. Sekali lagi aku hanya ingin memberi sedikit saja pencerahan kepada dirimu. Semoga saja kau berkenan.

Aku tahu banyak sekali peristiwa yang sudah kau alami. Peristiwa jatuh bangun mu dalam menggapai keinginan, harapan atau cita-cita. Yang aku garis bawahi darimu adalah bahwa kau sesungguhnya cukup menyadari akan luasnya rahmat Tuhan mu. Sehingga ketika dirimu mengalami kegagalan kau tak mudah berputus asa. Kekecewaan atas sebuah kegagalan adalah hal yang sangat manusiawi sekali namun kita harus hati-hati dalam menyikapinya agar tak terjerumus dalam lembah keputus-asaan. Sungguh amat luas dan besar sekali rahmat Tuhan mu. Maka jangan sekali-kali dirimu berputus asa dalam menggapai rahmat-Nya.

Kegagalan adalah sebuah proses untuk mencapai keberhasilan dari apa yang dirimu inginkan. Proses, itulah yang harus kau jalani. Tapi, dibalik proses ada cara yang pilih atau yang perlu kau lakukan. Dan sebaik-baiknya cara adalah cara yang baik yang tidak berbenturan dengan nilai-nilai kehidupan, kemanusiaan dan bahkan nilai-nilai agama. Dan yang teramat penting juga tidak melukai atau menyakiti perasaan orang lain. Janganlah kau menghalalkan segala cara untuk dapat cepat meraih keinginanmu. Lihat dan belajarlah dari apa yang pernah kau alami dari orang yang melakukan segala cara dan ingin cepat mendapatkan keinginannya akhirnya harus melukai perasaan orang lain. Tentunya cara-cara seperti itu tidak dapat dibenarkan meskipun bisa cepat mencapai tujuan. Carilah cara yang cerdas yang bisa cepat mencapai tujuan namun tetap berada dalam koridor yang benar. InsyaAllah, pencapaian seperti itulah yang penuh dengan kepuasaan dan juga diridhoi oleh Tuhan. Camkanlah itu sobat.

Aku tak ingin berpanjang lebar denganmu mengingat waktumu juga mungkin yang teramat singkat dan segera ingin melanjutkan perjalanan kehidupanmu. Sekali lagi aku menekankan tentang pelajaran hidup untuk belajar dari kegagalan dan pantang berputus asa. Bahwa sesungguhnya jangan pernah berputus asa dari rahmat Tuhanmu karena ia pasti akan memberikan apa yang hamba-hamba-Nya butuhkan. Sehingga kegagalan itu hanyalah sebuah keberhasilan yang tertunda. Begitupun aku mengingatkan mengenai cara pencapaian, jangan sekali-kali menghalalkan segala cara untuk cepat mendapatkan keinginanmu. Tempuhlah cara yang diridhoi oleh Tuhan mu tanpa perlu menabrak nilai-nilai yang ada dalam kehidupan dan jangan sekali-kali sampai menyakiti atau melukai perasaan orang lain. Sungguh apa yang kau lakukan atau kau perbuat kelak akan kau rasakan kembali. Inilah pesanku. Semoga kau banyak mendapat hikmah dari apa yang kau alami ataupun yg kau temui dalam perjalanan kehidupanmu. Sampai jumpa sobat.

Monday, July 14, 2008

Auto Pilot Menuju Allah

Ada sebuah tulisan menarik di website eramuslim.com. Pasti semua setuju bahwa ada sebuah pelajaran yg bisa dipetik dari tulisan dibawah ini. Semoga bisa membawa mamfaat untuk semuanya dan bisa diambil hikmah darinya. Amin..

-------------------------------------------------------------------------------------------------

Seorang kakek berusia delapan puluh tahunan sangat rajin sekali berjamaah di sebuah masjid tua di desa kami. Bahkan dia sering menunggu pintu masjid dibuka. Sangat rajin sekali. Hujan pun tidak membuatnya udhur dari sholat berjamaah. Saya tertarik meng-interview untuk mencari tau “daya dorong apa yang begitu dahsyatnya, sehingga semua halangan bisa dia lalui dan berjamaah dengan istiqomah”.

Setelah ber-dzikir dan berdo’a bersama imam, sang kakek selalu menutupnya dengan sholat ba’diyah. Setelah selesai sholat ba’diyah, saya memberanikan diri untuk menyapanya:

“Assalaamu ‘alaikum Kek, hari ini sepi sekali masjid kita. Satu shaf-pun tidak penuh, pada ke mana ya? Kalo saja jamaah di Subuh ini bisa seperti jamaah ketika Sholat Ied……….”.

Sambil tersenyum Sang Kakek menjawab, “Semulya-mulya amal adalah yang didasari ke-ikhlasan. Amal tanpa ikhlas ibarat debu di atas batu, yang akhirnya hilang disapu hujan. Sang pengamal hanya dapat capek saja. Mungkin saat itu manusia menghargai dia karena kelihatannya taat dan rajin jamaah di masjid. Tapi itu semua tidak ada artinya dimata Allah. Allah tidak menilai sibuknya gerakan tubuh, tapi Allah menilai ikhlasnya hati. Yaitu ibadah yang hanya ditujukan pada-Nya”.

“Apa maksud Kakek yang tidak jamaah di Subuh ini berarti ketika Sholat Ied dia tidak ikhlas karena Allah?

“Bukan totally tidak ikhlas. Tapi mungkin daya dorong jamaahnya yang kurang kuat. Kadang orang yang merasa tidak salah, tidak merasa cukup punya alasan untuk minta maaf. Manusia yang berkecukupan, merasa belum perlu untuk meminta/ meng-hamba. Manusia yang sibuk dengan bisnis/kerjaannya, merasa sanggup “berdiri” tanpa bantuan Sang Khaliq. Singkat kata, orang merasa belum perlu ke dokter kalau tidak sakit. Tapi itu memang tidak terjadi pada semua manusia”.

“Manusia yang bagaimana yang tidak termasuk itu semua Kek?”.
“Manusia yang selalu berusaha memperbaiki diri dan bersyukur karena Alloh. Bukan yang agar dikenal sebagai orang baik di tengah-tengah manusia. Dengan kasih sayang-Nya, Alloh memberikan sistem “auto pilot” pada manusia”

“Apa maksud Kakek dengan “auto pilot” itu?”
“ Yaitu batasan di kanan kiri, dalam perjalanan ke arah pangkuan-Nya. Pada hakikatnya, semua perjalanan manusia adalah untuk menuju ke pangkuan kasih sayang-Nya. Siapapun dia!!!”

“Apa yang Kakek maksud dengan “batasan kanan” dan “batasan kiri” itu?”
“Ini hanya istilah saya saja. Manusia yang taat pada-Nya, pada hakikatnya dia telah berjalan kearah perjalanan yang benar menuju-Nya. Tapi kadang ketaatan ini membuatnya bangga diri dan mencela mereka yang sesat. Lambat laun keihlasannya tercemari dengan virus “riya”, yang pada akhirnya tujuan ibadahnya lebih untuk “pemutihan” dimata manusia. Tentu saja Alloh sama sekali tidak menerima ibadah jenis ini. Lalu dengan kasih sayang-Nya, dibelokkanlah manuver hidupnya ke arah kiri.

Titik “trigger” inilah yang merupakan “batasan kanan”. Singkat kata, “batasan kanan” adalah sifat riya”.

“Apakah ini berarti bahwa “batasan kiri” adalah musibah yang diakibatkan kemaksiatan?”

“Benar!!!”, jawab Sang Kakek sambil tersenyum.
“Apa Kakek dulu pernah mendalami agama?”
“Tidak, kakek belajar agama hanya sebatas belajar sholat, ngaji dan selebihnya cuma dari kutbah Jumat. Ketika kakek pensiun, kakek bingung bagaimana cara cepat bertaubat. Dosa banyak tapi sisa umur tinggal sedikit. Makanya cara cepat yang bisa kakek tempuh hanyalah dengan cara meng-ikhlas-kan semua ibadah karena-Nya. Ikhlas dan istiqomah adalah kata kuncinya”.
Alkhamdulillah. Segala puji bagi Allah yang telah mempertemukanku dengan Kakek tua, dan atas hikmah besar yang kudapat hari ini.

Dari:
Sugito – Batam

Taken from Eramuslim.com

Thursday, July 3, 2008

Sebuah Refleksi

Ada banyak waktu yg dapat kita luangkan sejenak dalam kehidupan sehari-hari untuk sekedar membaca sesuatu yg bermamfaat bagi diri kita dan mungkin bisa kita share kepada orang lain. Saling menasehati dalam kebaikan, kebenaran dan kesabaran serta ber-amar ma’ruf nahi mungkar. Berlomba-lomba dalam menggapai ridho Allah dari hal yg sederhana seperti salam, senyum ramah dan ikhlas, menjaga tali silahturahmi dan tegur sapa yg ramah atau berkata dengan perkataan yg baik yg mampu menyejukkan hati yg gersang, menghilang dahaga hati akan Iman dan meruntuhkan hati yg keras lagi sombong dengan kalimat-kalimat Allah.

Ada sebuah refleksi yg telah saya baca yg menurut saya bagus dan bisa saya sampaikan kembali kepada orang lain yg masih mau melihat, membaca dan merenungi kalimat-kalimat tausiyah yg saya kutip dari sbuah buku yg berjudul Raudah (Taman Jiwa Kaum Sufi) karya imam Al Ghazali. Sekiranya dapat bermamfaat bagi kita smua, khususnya saya. Dan mudah-mudahan kita smua mampu memahami dan memetik maksud serta makna dari kalimat refleksi dibawah ini.

Refleksi I

Bahwasanya, putusnya hubungan antara makhluk dengan Yang Maha Haq, disebabkan keterpakuan sikap pada makhluk itu sendiri. Dengan sepenuh jiwa, karsa dan upayanya, mereka berpaling dari akidah yg shahih menurut selera hawa dan nafsu yg menyelimuti kemanusian mereka. Kecintaan mereka terhadap pangkat, harta dan dunia, tahta dan popularitas, serta khayalan demi khayalan, kerusakan, kebakhilan, hawa nafsu, ketakjuban diri, keburukan konsumi makanan, minuman dan pakaian.

Mereka tlah rusak dunianya, jiwanya telah digumuli oleh nafsu birahi, sementara mereka tinggalkan mujahadah jiwa demi menuruti nafsunya, agar manusia memandangnya penuh pesona. Mereka memakai pakaian yg dilengketi sifat-sifat tercela seperti sifat-sifat dendam, dengki, bodoh, sombong, riya, munafik dan membangun raga untuk sesuatu selain Allah melalui mata, telinga, lisan, tangan, kaki(padahal smuanya harus dipertanggung jawabkan), sikap malas, bebal, dan alpa serta segala yg menjauhkan diri dari Allah SWT.


Tuesday, July 1, 2008

Berlalulah sudah

tertunduk malu ia menatap Ku
tersadar jika ia bukanlah yang sempurna
dan tersadar kesempurnaan bukanlah miliknya
khilaf telah menutup mata hati
emosi menjadi kendali jiwa
kini ia termenung dan terduduk lesu
mencoba mencari jalan kembali
jalan yang dulu pernah ia lalui
jalan yang penuh kedamaian dan bukan impian
namun semua terkubur mimpi
sudah, berlalulah sudah....

Tuesday, June 24, 2008

The Secret

Banyak rahasia tersembunyi dalam kasatnya raga
Sedalam apa diri mencari
sejauh mana ia bertanya
adakah akal sampai tuk menjawab
atau biarkan jiwa terbebas

Thursday, June 19, 2008

Ekstasi

Hantar aku dalam peraduanku
dan bawalah aku dalam mimpimu
yang kan membawa damai dalam diri
dan menyejukkan hati
lepas dari segala penat dunia
dan jangan bangunkan aku
sampai aku ingin kembali berkelana
dalam rimba dunia yang fana
ingin kunikmati rasa dalam alam rasa
dunia dibalik dunia
dan aku akan kembali
hanya ketika ingin ku kembali
kini, sampai nanti

Thursday, June 12, 2008

Sayonara

June 12, 2008. Hari ini ketika tangan berat tuk menulis dan lidah susah tuk berucap.
Sayonara bukan sekedar kata karena ia mempunyai makna. Definisi saya, anda dan mereka bisa saja berbeda meski mungkin tetap pada "maksud" yang sama. Mungkin hanya pada konteks ketika kata itu digunakan bisa bermakna ganda.

Sayonara, apakah akan disertai tawa atau derai airmata....? jika saya yang harus berucap saya akan berucap dengan penuh penekanan disertai kedewasaan tanpa tekanan dan kesadaran jiwa.

Sayonara, Akankah menjadi awal dari sebuah cerita atau akhir sebuah kisah..?
Sayonara, saya berkeinginan tuk mengawali sebuah cerita. Last night, June 11, 2008. 30 minutes to 12.00 pm, menjadi harapan saya tuk memulai segalanya. Inilah awal sebuah cerita. Dan seseorang disana mungkin menyadarinya.

SAYONARA, please define by yourself...!!!

Teruntukmu disana yang setia menemaniku bekerja. :)

Monday, April 7, 2008

Jiwa yang kembali

Waktu terus berjalan dan bergulir tanpa mengenal lelah dan meninggalkan masa lalu. Pun begitu langkah kakimu kawan. Kulihat jiwamu perlahan kembali dan tersadar dengan reliatas yang ada. Meskipun mungkin masih ada jiwa dan pikiranmu yg masih tertinggal disana, namun jiwa dan pikiranmu hanya tinggal mengucapkan salam perpisahan saja dengannya. Untuk semua ilmu dan hikmah yg telah kau himpun dan kini kau kuasai. Kini kulihat bukan amarah lagi yang ada namun senyum puas dihatimu, senyum kemenangan serta kebahagiaan. Semua ini karunia Tuhan mu kawanku dan sudah sepantasnya dirimu selaku hamba-Nya berucap syukur kepada-Nya. Karena aku tahu kau tak akan pernah lelah untuk menyentuhkan kepala dan dahimu diatas bumi sebagai rasa syukurmu.

Kini aku melihat ia yang selalu menari-nari dalam pikiran dan hatimu, mulai merasa lelah. Perlahan namun pasti ia segera berhenti menggerakkan seluruh anggota tubuhnya dan segera berlalu dalam pikiranmu. Karena waktu tak pernah berhenti dan takkan bisa dihentikan, ia pun kan segera terlewatkan dan terlupakan. Mari kawan kita tatap ke depan tuk menyongsong hari baru yang menjadi impianmu. Dengan bekal yang telah dipelajari dan kau kuasai, melangkahlah dengan langkah penuh kebijaksanaan dan tersenyumlah dengan apa yang selalu kau temui dan kau hadapi kelak dalam perjalananmu nanti. Semoga kau senantiasa dalam tuntunan-Nya dan senantiasa diberkahi kehidupanmu.

Ketika kau tak yakin rindumu tuk siapa, sandarkanlah rindumu selalu pada-Nya. Karena jika kau sandarkan kepada selain-Nya maka pasti akan selalu menimbulkan tanya dalam hatimu. Adakah ia yang sejati atau hanya fatamorgana..?


dba'wan

Wednesday, March 5, 2008

Peluk Erat Kesedihan

Kesenangan adalah kesedihan yang terbuka kedoknya
Tawa dan airmata datang dari sumber yang sama
Semakin dalam kesedihan menggoreskan luka ke dalam jiwa
Semakin mampu sang jiwa menampung kebahagiaan

Tidak ada kehidupan yang tidak diwarnai oleh kesedihan.
Diundang maupun tidak, ia akan senantiasa datang.
Banyak kejadian bahkan terbukti, semakin ia dibenci dan ditakuti,
Semakin ia senang dan rajin berkunjung ke diri kita.
Maka, sengsaralah hidup mereka yang membenci kesedihan.

Kesedihan dan kegembiraan adalah dua saudara kembar
yang melakukan kegiatannya secara bergantian.
Keserakahan, atau sebaliknya kekhusukan doa manusia
mana pun tidak akan bisa membuat dua saudara kembar ini berpisah.
Ia seperti dua sayap dari seekor burung.
Dibuangnya salah satu sayap, adalah awal dari celakanya
"burung" kehidupan.

Tanpa kesedihan, jiwa manapun tidak akan memiliki daya tampung
yang besar terhadap kebahagiaan.
Ketika kita bercengkrama dengan kebahagiaan di ruang tamu,
kesedihan sedang menunggu di pembaringan.

Persoalannya adalah, punyakah kita cukup keberanian dan kesabaran
untuk berpelukan mesra dengan kesedihan?
Inilah sebuah kualitas pribadi yang dimiliki oleh sangat sedikit orang.
Untuk menerima kebahagiaan, kita tidak memerlukan terlalu banyak kedewasaan.
Akan tetapi, untuk berpelukan mesra dengan kesedihan,
diperlukan kearifan dan kedewasaan yang mengagumkan...



(Kahlil Gibran)

Sekolah Kehidupan

Hai sobat, maafkan aku yang hanya bisa menatapmu jauh disini. Bukannya aku meninggalkanmu, namun aku tahu kamu bisa menyelesaikan masalahmu dengan bijak. Ya, aku hanya ingin menyampaikan sesuatu kepadamu dan aku yakin kau pun sudah mengetahui dan memahaminya. Benar sobat, tak ubahnya kita mengeyam pendidikan formal disekolah, kehidupan yang kita jalani ini pun sama halnya seperti sebuah sekolah yaitu sekolah kehidupan. Kita harus banyak belajar dari sekolah kehidupan ini, mulai dari belajar bertanya, mengenal dan membaca, dsb. Banyak bab mata pelajaran yang harus kita pelajari namun bukan sekedar mempelajarinya saja tapi kita nanti akan diberi tugas seperti halnya praktik lapang untuk menguji sejauh mana kita memahami sebuah ilmu yang kita sudah kuasai.

Benar, dalam kehidupan kita menerapkan ilmu tentang apa arti sebuah persahabatan, pertemanan, toleransi, budi pekerti, adat istiadat, dlsb. Mungkin bab pelajaran yang paling sebagian orang merasa berat adalah bab yang berbicara tentang duka cita. Bab itu bisa bicara apa saja tapi titik beratnya adalah pemahaman kita mengenai kehendak Tuhan, Iman kita kepada rukun iman yang ke-6. Didalamnya juga pasti berbicara tentang arti kesabaran dan keikhlasan. Inilah sejatinya penerapan ilmu yang sudah kita ketahui. Bukan sekedar kita ketahui saja tapi buktikan dengan apa yang sedang kita jalani dalam kehidupan sehari-hari. Sabar dan ikhlas adalah sebentuk iman kita kepada Allah. Jangan bersedih, karena Allah bersama kita. Seperti halnya sekolah formal yang berjenjang, ujian yang akan dihadapi dalam kehidupan akan semakin berjenjang sesuai dengan taraf kemampuan kita yang sudah Allah takdirkan. Dan pastinya tidak akan melampui batas kemampuan kita. InsyaAllah, semua akan membawa hikmah dan tinggi derajat bila kita mampu melewati ujian Nya. Sesungguhnya orang yang paling mulia disisi Allah adalah karena Takwa. Jagalah ketakwaan mu pada Allah dan jadilah orang yang berserah diri.

Diakhir kalimat ini aku ingin menyampaikan pada mu sobat, yang lalu biarlah berlalu, seperti kayu kepada api yang menjadikannya abu. Tak usaha kau berharap abu menjadi kayu kembali. Perjalanan hidup ini blum usai sampai tarikan napasmu yang terakhir. Tersenyumlah dan ucaplah syukur, karena nikmat Tuhan Mu yang tak pernah bisa kau hitung dan masih bisa kau nikmati hari demi hari. Alhamdulillah, smoga kau sobatku masuk dalam golongan orang-orang yang pandai bersyukur. Amiin allahumma amiin.



Dba'wan

Tuesday, March 4, 2008

The destination

Aku melihatmu jalan sendiri menuju suatu tempat, ternyata akupun mempunyai tujuan yang sama denganmu. Namun saat itu, aku hanya melewatimu saja dan membiarkanmu jalan sendirian. Tapi sesampainya aku disebuah tempat, aku teringat dirimu dan merasa tak tega meninggalkanmu. Kemudian akupun menunggumu.

Melihatku yang menunggumu, dirimu pun merasa bahagia dan kau peluk erat diriku seolah tak mau kau lepaskan kembali. Tak ada kata-kata saat itu dan aku mengerti dan sangat begitu mengerti perasaanmu. Akhirnya kita pergi bersama menuju tempat itu. Sebuah tempat yang aku pun pernah merasa mengenalnya namun kala kecilku dulu. Apapun itu, aku senang pergi bersama denganmu.


Salam,
Dba'wan

Saturday, February 23, 2008

Matinya Hati Nurani

Innalillahi wa inna ilaihi rojiun..........
Kalimat tersebut sebagai ungkapan untuk hati nurani yang sudah mati. Hati nurani yang terkubur oleh egoisme diri. Tatkala ego mendominasi diri dan kadang menjadi raja dalam sanubari, maka hati nurani pun tersingkirkan bahkan terkubur dalam-dalam. Kejernihan pikiran dan kebijaksanaan tak lagi menjadi pijakan. Ia dibungkam dan bahkan ikut terpenjara. Keduanya hanya bisa menatap lirih dan menitikkan air mata. Diam seribu bahasa tak mampu berbuat apa-apa. Yang mampu mereka lakukan hanya berharap dan berdoa untuk sebuah pertolongan. Berharap Cahaya Tuhan datang dan mengobrak-abrik singgahsana sang raja egoisme. Berharap pasukan rahman dan rahmin segera datang menolong dan merubah suasana duka menjadi keceriaan kembali. Karena saat ini kehidupan dalam diri setelah dipimpin sang raja egoisme selalu dalam prasangka. Selalu saja mencari celah kesalahan orang lain. Tak ada lagi kedamaian dan prasangka baik. Semua dalam rasa was-was. Kini, hati nurani beserta rakyatnya hanya menantikan waktu dan berharap pada Tuhan agar kehidupan kembali seperti sediakala. Tatkala hati nurani memimpin, semua dilihat dalam kacamata kejernihan pikiran dan kebijaksanaan. Semuanya saat ini sedang merindukannya, karena diri terlampau lelah untuk berlarut terus dalam kesedihan dengan wajah nan muram. Semua menantikannya karena diri terlampau lelah memikul beban dari kesewenang-wenangan. Berharap uluran tangan Tuhan serta kemurahan Nya yang berlimpah dengan sifat rahman dan rahim. Untuk sebuah hari penuh kebahagiaan yang dinantikan. Semoga.

Takkan pernah bisa terbeli

Cinta tak kan pernah bisa dibeli

Berapapun harga yg dtawarkan

Cinta bukan sesuatu yg dipaksakan

Dan bukan keterpaksaan

Ia hadir dengan sendirinya

Datangnya takkan pernah kita duga

Dan ia bisa datang dari arah mana saja

Meski kadang kita mengundangnya tuk hadir

Namun jika blum waktunya maka ia pun takkan hadir dalam diri kita

Cinta bernilai suci karena ketulusan

Dan bukan karena sesuatu hal diluar ketulusan

Hadirnya dengan seijin Tuhan

Karena memang Dia lah sang pemilik Cinta

Tuhan yang menitipkan rasa cinta

Kedalam hati setiap hamba-hamba Nya.

Oleh karenanya, cinta suci takkan pernah bisa dibeli



dba'wan

Friday, February 8, 2008

Azzam ku

Tuhan ku,
rasanya belumlah lama rasa perih di hati ini kurasa
luka yang ku alami dalam menjalin kasih
jatuh dan terpuruk yang membuat sakit di hati

Tuhan ku,
kini aku bersyukur kepada Mu
dan menghaturkan sembah sujud ku sepenuh kalbu
Kau kirimkan kepada ku sang penyembuh,
dia yang saat ini menjadi pelabuhan dan sandaran hati ku
pengobat luka hati ku, pengusir sepi ku dan pelipur lara ku

Tuhan ku,
aku hanya memohon kepada Mu
dan aku meminta pada Mu untuk mengabulkan permohonan ku
jauhkan rasa sakit dan perih hati dari kehidupan ku
jangan biarkan rasa itu kembali menghampiri hidup ku
jangan biarkan rasa itu kembali bersemayam di kalbu ku
cukup sudah dengan apa yang ku rasa selama ini
cukup menjadi pengalaman berharga ku di masa lalu

Tuhan ku
kekalkan cinta ku dalam keabadian bersama pujaan hati ku
dalam bakti ku kepada Mu

Tuhan ku,
ku pun sedang membangun mimpi
mimpi yang ingin ku wujudkan bersamanya
melangkah pasti menuju sebuah gerbang
pintu yang menjadi impian semua insan yang di landa asmara

Tuhan ku,
pintaku pada Mu
berikanlah jalan kemudahan dalam ku mewujudkan mimpi-mimpi itu
berikanlah kemurahan dan keluasan rezeki kepada ku
hingga mewujud azzam ku mencipta bahagia
di dalam naungan ridho Mu.




Salam,

Dba'wan


"Jika engkau sudah berikrar/memutuskan sesuatu, maka berserahdirilah kepada Tuhan mu".

Monday, January 21, 2008

Hadirmu


Kulewati sudah sepi dan sunyinya malam
Kini ku mengerti makna hadirmu dalam hidupku
Mengisi relung hati dan jiwaku yang sepi
Menghapus dahaga yang ada
Dan mengusir gundah gulanaku
Laksana cerminan jiwa

Ketika ku memandangmu, ku melihat diriku
Kini kau pun ada untuk diriku
Selalu dan untuk selamanya


Dba'wan


To someone who i want to share my life with.