Monday, April 7, 2008

Jiwa yang kembali

Waktu terus berjalan dan bergulir tanpa mengenal lelah dan meninggalkan masa lalu. Pun begitu langkah kakimu kawan. Kulihat jiwamu perlahan kembali dan tersadar dengan reliatas yang ada. Meskipun mungkin masih ada jiwa dan pikiranmu yg masih tertinggal disana, namun jiwa dan pikiranmu hanya tinggal mengucapkan salam perpisahan saja dengannya. Untuk semua ilmu dan hikmah yg telah kau himpun dan kini kau kuasai. Kini kulihat bukan amarah lagi yang ada namun senyum puas dihatimu, senyum kemenangan serta kebahagiaan. Semua ini karunia Tuhan mu kawanku dan sudah sepantasnya dirimu selaku hamba-Nya berucap syukur kepada-Nya. Karena aku tahu kau tak akan pernah lelah untuk menyentuhkan kepala dan dahimu diatas bumi sebagai rasa syukurmu.

Kini aku melihat ia yang selalu menari-nari dalam pikiran dan hatimu, mulai merasa lelah. Perlahan namun pasti ia segera berhenti menggerakkan seluruh anggota tubuhnya dan segera berlalu dalam pikiranmu. Karena waktu tak pernah berhenti dan takkan bisa dihentikan, ia pun kan segera terlewatkan dan terlupakan. Mari kawan kita tatap ke depan tuk menyongsong hari baru yang menjadi impianmu. Dengan bekal yang telah dipelajari dan kau kuasai, melangkahlah dengan langkah penuh kebijaksanaan dan tersenyumlah dengan apa yang selalu kau temui dan kau hadapi kelak dalam perjalananmu nanti. Semoga kau senantiasa dalam tuntunan-Nya dan senantiasa diberkahi kehidupanmu.

Ketika kau tak yakin rindumu tuk siapa, sandarkanlah rindumu selalu pada-Nya. Karena jika kau sandarkan kepada selain-Nya maka pasti akan selalu menimbulkan tanya dalam hatimu. Adakah ia yang sejati atau hanya fatamorgana..?


dba'wan